Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Kota Payakumbuh menyelenggarakan Seminar Keluarga di Aula BIP Kota Payakumbuh, Ahad (23/8/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Komunikasi Penuh Empati, Bukan Saling Menyakiti” tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari kader PKS Payakumbuh beserta pasangan.


‎Seminar dikemas dalam bentuk pemaparan materi dan diskusi dengan menghadirkan Baba Ali Margosim, penulis sekaligus konselor keluarga dari Padang, sebagai pemateri.


‎Ketua panitia, Edriana, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada peserta dalam membangun komunikasi yang sehat bersama pasangan.


‎“Kami berharap peserta mendapatkan banyak pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan bersama pasangan masing-masing,” ujarnya.


‎Sementara itu, Ketua BIPEKA PKS Kota Payakumbuh, Yenni Mutiara, bersyukur kegiatan Seminar Keluarga dapat terlaksana. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah hadir bersama pasangan.


‎Menurut Yenni, membangun keluarga harmonis perlu dimulai dari hal-hal sederhana, terutama dengan membangun komunikasi yang baik di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.


‎“Bagaimana kita bisa membangun keluarga dengan komunikasi yang baik. Mari kita mulai dari hal yang paling sederhana, menciptakan keluarga yang harmonis,” katanya.


‎Ia juga mengutip pesan Rasulullah SAW tentang pentingnya memberikan kebaikan kepada keluarga. “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku,” ujarnya.


‎Dalam sambutan Ketua DPD PKS Mustafa menyampaikan bahwa kegiatan seminar keluarga juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah antarkader. Menurutnya, keluarga merupakan pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat, kuat, berkarakter dan beriman.


‎“Kita berharap dalam acara ini ada ilmu yang didapat dan ada peningkatan ukhuwah. PKS merupakan partai dakwah, sehingga seluruh kegiatan yang dilakukan PKS merupakan bentuk ibadah,” katanya.


‎Pemateri, Ustadz Ali Margosim, mengingatkan bahwa kehidupan pernikahan semestinya dibangun dengan kebahagiaan, bukan dengan saling menyakiti.


‎Seminar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum bagi para kader dan pasangan untuk memperkuat hubungan, meningkatkan kualitas komunikasi, serta membangun keluarga yang harmonis, kokoh dan berkarakter.